About Me
- Bintan Aditya
Pantomim
Menghitamkan rintik dibalik jendela
Bertaut klausa yang enggan terucap
Menyahut kesan geming mendura
Memberi dilema walau tak terbesit
Aku menantimu
Bersauh untuk lambaian lelapku
Menyapa bingkaian lentera redup
Legam bersimbah lara perlahan
Kau lantunkan simfoni itu
Saat karamku pada sudut gulita
Tanpa sempat raga terjaga
Mendekap bayang yang menyapa
Aku diam,kau bersandar
Pada labuhan sesak yang kau cipta
Bersimbah sekat seribu bahasa
Menggetar sesal rimbun meruah
Aku menginginkanmu dengan sempurna
Dalam mesra merdu terangkai
Dan kau hanya memberi pantomim
Atas pejam tak bersua
Dulu,Sekarang
Hanya helaian lampau tercampak
Bahkan tak sanggup tuk terbesit
Nostalgia yang lirih terlelap
Berkabung merisaukan renungku
Yang kalap terlindas kenangan
Aku masih enggan melangkah
Enggan menduakan sisa nafasmu
Dan kau telah berpagar punggung
Pada langit yang kau damba
Terlalu gegap bertahta dalam sunyi
Namun ku tak ingin berlari
Karena berpijak pun ku tak kuasa
Inginku
Tak ingin meninggalkanmu
Harapku
Kembalilah pada dekapku
Bahkan tak sanggup tuk terbesit
Nostalgia yang lirih terlelap
Berkabung merisaukan renungku
Yang kalap terlindas kenangan
Aku masih enggan melangkah
Enggan menduakan sisa nafasmu
Dan kau telah berpagar punggung
Pada langit yang kau damba
Terlalu gegap bertahta dalam sunyi
Namun ku tak ingin berlari
Karena berpijak pun ku tak kuasa
Inginku
Tak ingin meninggalkanmu
Harapku
Kembalilah pada dekapku
Subscribe to:
Comments (Atom)